Rabu, 03 November 2010

Benarkah Miyabi Berada di Jakarta

Setelah sempat ramai dibicarakan karena 'Menculik Miyabi' yang dibintanginya, bintang porno asal Jepang ini kembali bikin heboh. Miyabi disebut-sebut datang ke Jakarta. Ia terlihat menikmati waktu santainya di sebuah mal di Jakarta. Benarkah wanita itu Miyabi?

'Waduh, saya juga kurang tahu ya. Mungkin mirip saja kali. Kemarin dikabarkan meninggal sekarang katanya datang ke Jakarta. Saya saja yang punya kontrak dengannya nggak tahu soal itu," kata Ody Mulya Hidayat, Produser Maxima Picture yang pernah bekerjasama dengan Miyabi saat dihubungi VIVAnews, Selasa 26 Oktober 2010.
http://media.vivanews.com/thumbs2/2009/09/30/77239_maria_ozawa_300_225.jpg
Kabar kedatangan Miyabi ini lebih dulu ramai di jejaring sosial. Sosok wanita yang mirip dengan Miyabi ini terlihat berada di sebuah restoran di Grand Indonesia. Dan menurut kabar, para pekerja di restoran tersebut memanggil wanita itu dengan sebutan Miyabi.

Miyabi mengunjungi restoran di mobil mewah itu pada Minggu, 24 Oktober lalu. Foto wanita mirip Miyabi ini sempat mejeng dengan dua orang wanita lain di Twitter. Tetapi, Ody mengaku tak tahu menahu soal kedatangan Miyabi ke sini.

"Saya sih belum berniat mendatangkan dia ke sini sekarang. Saya juga belum konfirmasi ke sana (pihak Miyabi) apakah dia ke sini atau tidak," ucapnya.

Ody melanjutkan setahu dia jika memang Miyabi ingin datang ke Indonesia, Bali adalah yang menjadi pilihan artis keturunan Kanada tersebut.

"Yang saya tahu dia suka ke Bali. Tapi, kalau ke Jakarta, wah kurang tahu juga," ujarnya. (sj) • VIVAnews

Selasa, 02 November 2010

REmAJA "AS" Terjebak [ SEKS ORAL ]

Penelitian perilaku seksual di kalangan remaja Negeri Paman Sam menunjukkan, setelah melakukan seks oral, mereka lebih berani melakukan hubungan yang melibatkan penetrasi organ intim.


Seperti dilaporkan dalam jurnal Archives of Pediatric and Adolescent Medicine, para ahli di University of California San Francisco melakukan survei terhadap 600 siswa sekolah menengah atas di California.


Para remaja diminta mengisi kuisioner tentang pengalaman seksual mereka. Pengisian kuis dilakukan enam bulan sekali dalam dua periode, yakni di saat masuk kelas 9 pada tahun 2002 dan ketika menyelesaikan kelas 11 pada tahun 2005.


Dari hasil survei terungkap, pada setiap periode survei para remaja mengaku mendapat pengalaman pertamanya dengan seks oral ataupun penetrasi organ intim (vaginal intercourse). Sebagian mereka tidak dapat memastikan, jenis aktivitas mana yang lebih dulu mereka lakukan.


Akan tetapi, di antara remaja yang hanya melakukan satu jenis aktivitas seks dalam periode 6 bulan, seks oral sering kali menjadi “pendahulu” sebelum melangkah ke hubungan yang melibatkan penetrasi.


Selain itu, survei menunjukkan, perilaku seks oral pada awal hubungan memperbesar risiko remaja melakukan penetrasi. Kebanyakan remaja yang melakukan seks oral untuk pertama kalinya akan melakukan seks penetrasi dalam enam bulan berikutnya.


Mereka yang pernah seks oral berisiko 25 persen lebih tinggi melakukan hubungan penetrasi pada akhir kelas 9, dan risikonya naik hingga 50 persen setelah akhir kelas 11. Sementara mereka yang tidak melakukan seks oral hingga menyelesaikan kelas 11 hanya berisiko 16 persen melakukan seks penetrasi hingga akhir tahun ajaran.


“Seks oral di kalangan remaja memang terjadi. Namun, ada dua pandangan yang saling bertolak belakang di sana. Ada kemungkinan bahwa bagi remaja seks oral adalah pintu menuju seks penetrasi, atau aktivitas ini dilakukan untuk mencegah seks penetrasi,” ungkap penulis riset, Anna V Song.
Survey, Remaja AS Terjebak Dalam Aktivitas Seks Oral
Perilaku seks bebas di kalangan remaja Amerika Serikat memang bukan suatu hal yang aneh. Remaja bahkan sudah “terjebak” dalam aktivitas seks oral, yang membuat mereka berani melangkah ke jenis aktivitas seks lainnya.
Sementara itu, Bonnie Halpern-Felsher, PhD, peneliti senior dan profesor kesehatan anak dari University of California San Francisco, menyatakan, tujuan penelitian ini adalah untuk memastikan hubungan antara seks oral dan seks penetrasi.
http://img257.imageshack.us/img257/9356/remag.jpg
Selain itu, apakah para remaja melakukan seks oral dengan tujuan menunda penetrasi atau apakah seks oral akan memperbesar peluang melakukan seks penetrasi.

“Kami tak membahas mengenai risiko yang berkaitan dengan seks oral. Remaja berpikir seks oral tidak terlalu berisiko (ketimbang penetrasi). Padahal, itu tidak bebas risiko sama sekali,” ungkap Felsher.
 
Template by: MasRoy.Net